Riset Membuktikan, Ternyata Ini E-commerce yang Jadi Andalan UMKM

Usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM sedari dulu merupakan penopang ekonomi Indonesia. Hal itu terlihat saat krisis moneter 1998 lalu. Tapi, guys, saat adanya krisis yang disebabkan oleh pandemik ini, UMKM sangat terdampak. Banyak juga yang justru harus gulung tikar. Padahal sangat banyak yang berpotensi untuk semakin naik kelas. 

Tapi gak semua UMKM, justru ada juga yang tumbuh signifikan memanfaatkan teknologi digital. Bagaimana UMKM ini bisa bertahan dan tumbuh? Cek penjelasan lengkapnya di bawah ya!

1. UMKM di sektor perkantoran, sekolah, dan industri terdampak pandemik

Para pelaku UMKM di sektor ini memang mengalami dampak yang signifikan sih guys. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kalau dengan adanya WFH (work from home) usaha mereka banyak yang terhenti. Paling banyak di sektor makanan dan minuman. Ada UMKM yang masih bisa berjualan namun omzet-nya turun.

Namun, UMKM yang terhubung dan memanfaatkan platform digital justru mengalami pertumbuhan. Hal itu lah yang menjadikan UMKM semakin banyak bercengkerama dengan pelanggan melalui medium media sosial atau e-commerce.

2. UMKM berusaha mengoptimalkan aktivitas penjualan online

Pengoptimalan sosial media dan e-commerce akhirnya menjadi cara yang wajib dilakukan oleh UMKM untuk terus bertahan dan melesat. Melalui hasil Tempo Data Science (TDS) tentang praktik e-commerce di Indonesia periode Mei-Juli 2021 menunjukkan sebagian besar atau 82 persen UMKM berusaha mengoptimalkan aktivitas penjualan online melalui outlet mereka di platform e-commerce dan juga lapak di media sosial.       

Peneliti TDS Ai Mulyani juga mengatakan tidak ada hambatan bagi para penjual dalam pemanfaatan platform online. Kemudahan dalam pengoperasian memberikan keuntungan optimum bagi UMKM untuk memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia. Apakah kamu juga sudah menggunakannya?

3. Survei TDS ungkap Tokopedia jadi andalan UMKM

Selain itu TDS juga mengungkap platform digital Tokopedia dan Shopee adalah dua marketplace paling populer di kalangan UMKM yang memasarkan produknya secara online

Popularitas dua marketplace ini lebih menonjol, yakni sama-sama 99 persen dibanding kompetitornya. Namun dari sisi kualitas top of mind (TOM), yakni merek yang ‘berada di ujung lidah’, terungkap bahwa Tokopedia menjadi pilihan utama yakni (35 persen), bersaing ketat dengan Shopee (34 persen), diikuti Bukalapak (13 persen), Lazada (7 persen), Blibli (7 persen), dan JD.ID (3 persen). 

Dari berbagai brand tersebut, marketplace yang memberikan frekuensi transaksi tersering juga ditempati Tokopedia (35 persen), Shopee (33 persen), Bukalapak (13 persen), Lazada (9 persen), Blibli (7 persen), dan JD.ID (3 persen). 

Kira-kira kamu biasa pakai yang mana nih? Tapi yang paling penting sih guys semua platform ini membantu para UMKM yang berjuang di tengah pandemik. 

4. Momentum ini juga membutuhkan dukungan pemerintah

Hal seperti ini memang harus banyak didukung gak sih oleh pemerintah? Karena dengan dukungan pemerintah, momentum seperti ini akan meningkatkan UMKM agar semakin naik kelas dan bernilai tambah. Karena menurut pengamat ekonomi digital Aviliani menilai angka digitalisasi masih sangat kecil yakni baru sekitar 13 persen UMKM yang terhubung platform digital. 

Pemerintah juga didorong untuk membuat regulasi yang dapat memberikan pelatihan pada UMKM yang belum terhubung pada platform digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan begitu tentu akan memberikan keuntungan pada UMKM. (WEB)