papua-lead.jpg

Indonesia dikenal sebagai tanah dengan ragam budaya, mulai dari kesenian, alat musik tradisional, pakaian, hingga rumah adat. Nah, salah satu yang menarik untuk dikulik lebih jauh adalah rumah adat Papua.

Jika selama ini kita mengenal Papua hanya memiliki rumah yang disebut Honai, ternyata rumah daerah paling timur Indonesia itu punya beberapa macam rumah tradisional, lho, Parents. Ada Honai, Ebeai, Wamai, Kariwari, Rumsram, dan  Korowai. Rumah adat tersebut sekilas tampak sama namun ternyata memiliki perbedaan dari segi arsitektur, fungsi, dan letaknya.

7 Fakta Menarik Rumah Adat Papua

1. Digolongkan Berdasarkan Jenis Kelamin

Foto: Instagram/@erickk_visual

Fakta menarik pertama dari rumah adat Papua adalah nama dan penempatannya berdasarkan jenis kelamin. Untuk rumah Honai hanya boleh dihuni oleh kaum adam saja. Kata Honai sendiri berasal dari kataHusn yang berarti laki-laki dan Ai yang berarti rumah. Jika digabungkan artinya rumah laki-laki. 

Lantas, kaum perempuan tinggal di mana? Jenis rumah yang hanya dihuni oleh kaum hawa bernama Ebeai. Namun dari segi bentuk bangunan, sebenarnya rumah Ebeai tak berbeda dengan Honai.

Rumah Ebeai dihuni oleh para ibu beserta anak gadisnya. Dalam satu rumah ini biasanya terdapat 5 hingga 10 orang. 

2. Bentuk Unik Rumah Adat Papua

Foto: Instagram/@kataomed

Rumah tradisional Papua sangat mudah dikenali dari bentuk yang unik. Bentuk atap ada yang berbentuk kerucut dan ada juga yang berbentuk setengah lingkaran seperti kepala jamur. Sementara tinggi rumah adat ini hanya 2,5 meter saja dari tanah.

Untuk material, atap rumah biasanya terbuat dari rumbia dan jerami kering. Sedangkan, bagian dinding rumah terbuat dari kayu.

Artikel terkait:

3. Rumah Korowai Dibangun di Atas Pohon

Foto: Mongabay.co.id

Rumah pohon suku Korowai dibangun di atas dahan pohon, bentuknya seperti rumah pada umumnya. Ketinggian rumah pohon ini  dapat mencapai 15 hingga 50 meter. Seperti rumah adat Papua lain yang menggunakan material dari alam, rumah pohon suku Korowai juga menggunakan dedaunan kering yang dianyam sebagai atap.

Karena dibangun di atas pohon, penghuni rumah adat ini tidak akan diganggu binatang buas. Berdasarkan kepercayaan suku Korowai, pembangunan rumah yang tinggi ke atas juga bertujuan agar penghuninya tidak diganggu oleh laleo atau roh jahat.

Suku Korowai percaya bahwa semakin tinggi letak rumah, maka kemungkinan mendapat gangguan dari roh jahat semakin kecil. Kepercayaan ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan masih diyakini hingga saat ini.

4. Rumah Adat Papua yang Multifungsi

Foto: Popbela

Tak hanya sebagai tempat tinggal, rumah tradisional Papua memiliki beragam fungsi. Di antaranya adalah sebagai kandang hewan ternak pada rumah Wamai, menyimpan hasil buruan, hasil panen, dan peralatan perang. 

Rumah adat Papua juga digunakan sebagai tempat pengasapan mumi. Kegiatan ini masih dilakukan di daerah pedalaman Papua seperti Desa Keluru dan Aikima. Pengasapan mumi di dalam rumah adat ini tak boleh dilakukan sembarang orang, melainkan oleh kepala suku.

5. Pembangunan Rumah Adat Papua Tidak boleh Sembarangan

Foto: Portal Informasi Indonesia

Meskipun terkesan sangat sederhana, rupanya rumah adat Papua tak boleh dibangun asal-asalan. Pada suku Dani misalnya, hanya laki-laki saja yang boleh membangun rumah Honai.

Selain itu, dalam pembangunan rumah juga harus memerhatikan waktu yang paling baik. Ini bertujuan agar dalam pembangunan tak terhambat oleh kondisi alam yang buruk.

Peletakan pintu rumah diharuskan menghadap ke arah matahari terbit. Pemilihan arah ini dimaksudkan agar penghuni rumah lebih siap dalam menghadapi ancaman bahaya, seperti terjadinya peperangan antar suku maupun bencana alam.

Artikel terkait:

6. Terbuat dari Bahan Alam

Foto: Instagram/@hernasusanti7547

Terlihat dari bentuk dan coraknya, pastinya Parentssudah bisa menilai jika rumah tradisional Papua semuanya terbuat dari bahan alam seperti kayu, tanah liat, akar, dan daun kering yang langsung didapatkan dari hutan. Pembangunan rumah tersebut juga tak menggunakan material modern.

7. Terdiri dari Dua Lantai

Foto: Instagram/@travelpapua

Meskipun terlihat kecil dan pendek ternyata rumah adat Papua terdiri dari dua lantai,lho. Setiap lantai dalam rumah memiliki fungsi yang berbeda.

Biasanya lantai satu digunakan untuk beraktivitas seperti memasak, membuat kerajinan, hingga untuk tidur beralaskan rumput kering. Sementara lantai dua biasanya digunakan sebagai tempat bersantai. Tiap lantai dihubungkan oleh tangga kayu. Rumah juga dilengkapi dengan perapian untuk menghangatkan diri di tengah iklim dingin daerah Papua.

****

Nah, itulah sederet fakta unik dan menarik tentang rumah adat Papua. 

:

7 Makanan Khas Papua yang Wajib Dicoba, Paling Unik Sampai Terpopuler

Berbentuk Panggung, Ini 4 Fakta Menarik Kajang Leko, Rumah Adat Jambi

Kenalkan Ragam Budaya pada Anak, Yuk, Kenalkan 36 Gambar Rumah Adat di Indonesia