7 Fakta Hogyoku, Bola Arwah yang Bisa Mewujudkan Harapan di Bleach

Hogyoku merupakan salah satu benda yang menjadi sumber konflik utama dalam sepanjang cerita Bleach. Sudah banyak pihak yang harus dikorbankan hanya untuk menjadi tumbal bola satu ini.

Apa saja fakta menarik dari benda tersebut? Simak pembahasannya berikut ini!

1. Diciptakan oleh Aizen dan Urahara

Benda satu ini aslinya terdiri dari dua bola yang diciptakan orang yang berbeda.

Bedanya, Aizen lah yang menemukan konsep pembuatan Hogyoku lebih dulu. Meskipun dia berhasil membuat benda tersebut, ia menyadari bahwa ciptaannya masih jauh dari kata sempurna.

Aizen sendiri baru menyadari penyebabnya setelah meneliti data milik Urahara. Dari situlah, ia pun mendapat ide untuk menggabungkan Hogyoku miliknya dan musuhnya tersebut.

Tujuan mereka sendiri juga hampir sama. Aizen membuat Hogyoku demi melengserkan tahta Soul King dan membuat utopianya sendiri.

Sedangkan Urahara sendiri semata-mata hanya ingin membuat ulang dunia demi memenuhi rasa penasarannya sendiri. Hal ini sempat dijelaskan dalam epilog novel Bleach Can't Fear Your Own World.

2. Dibuat dengan tumbal ratusan jiwa shinigami dan penduduk Rokungai

Bisa dibilang pembuatan Hogyoku cukup banyak memakan korban jiwa.

Untuk memberi makan benda tersebut, Aizen membutuhkan ratusan jiwa shinigami dan penduduk Rokungai untuk memenuhi kebutuhannya. Jika tidak, Hogyoku akan melemah dan kehilangan kemampuan istimewanya.

Oleh karena itu, ia dibantu Tousen dan Gin sering merancang skenario jebakan untuk mendapatkan semua mangsanya tersebut.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan pihak-pihak lain seperti para Visored, Urahara, dan Tessai dijadikan kambing hitam demi menutupi kekejian kelompok Aizen.

3. Penyebab Hollowfikasi yang terjadi pada kelompok Hirako dan peningkatan jumlah Arrancar

Bisa dibilang kemunculan para Visored dan peningkatan jumlah Arrancar yang abnormal diakibatkan rasa keingintahuan Aizen akan batas antara Shinigami dan Hollow.

Kemunculan para Visored sendiri pertama kali terjadi saat para Shinigami ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang ternyata merupakan skenario jebakan yang disiapkan Aizen.

Gara-gara pengaruh Hogyoku, semua orang termasuk Hirako Shinji mengalami proses Hollowfikasi dan sempat lepas kendali. Untungnya, nyawa mereka berhasil diselamatkan Urahara dengan benda yang sama.

Setelah merasa eksperimennya dengan para Visored berhasil, Aizen pun mengalihkan perhatiannya ke para Hollow terutama yang berjenis Vasto Lorde.

Dengan menggunakan kekuatan bola tersebut, Aizen pun berhasil meningkatkan populasi Arrancar yang jauh lebih kuat daripada versi aslinya yang lahir secara alami.

4. Sempat disembunyikan Urahara pada Rukia

Bukan Urahara namanya jika tak memprediksi skenario terburuk jauh-jauh hari.

Menyadari bahwa ciptaanya tersebut bisa menarik perhatian dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, Urahara sebenarnya sudah berusaha untuk menghancurkan Hogyoku untuk menghindari situasi terburuk.

Sayangnya, ia gagal total sehingga memilih untuk menyegelnya ke dalam jiwa Rukia. Uraharah memberinya Gigai khusus yang membuat perempuan tersebut menjadi manusia biasa secara permanen.

Sayangnya, rencana Urahara justru sudah diketahui Aizen yang memanfaatkannya dengan mengirim Rukia ke dunia manusia dan memberikan kekuatannya pada Ichigo.

Dengan demikian, Rukia pun dicap kriminal dan akan dieksekusi dengan Sokyoku sehingga Aizen bisa mengekstrak Hogyoku milik Urahara dari jasadnya.

Akan tetapi, rencana Aizen juga sempat gagal karena keburu dibongkar Ukitake dan Kyoraku sehingga ia terpaksa merenggut Hogyoku dari Rukia dengan tangannya sendiri.

5. Benda yang menyebabkan kebangkitan Fullbring milik Sado dan Orihime

Bisa dibilang kebangkitan Fullbring sendiri memiliki dua macam versi.

Versi pertama sendiri sempat dijelaskan oleh Ginjou yang mengatakan bahwa asal muasalnya dimulai saat ibu seorang Fullbring diserang Hollow saat ia masih dalam kandungan.

Reaksi akibat kontak dengan monster tersebut inilah yang membuat manusia memperoleh kekuatan unik mereka.

Sedangkan kasus Orihime dan Sado sendiri cukup berbeda di mana kekuatan mereka justru bangkit saat mereka remaja. Awalnya, banyak yang menduga bahwa asal kekuatan keduanya berasal dari kontak dengan kekuatan spiritual Ichigo.

Namun, Aizen sendiri meralat hal itu dengan mengatakan bahwa kekuatan mereka sendiri merupakan perwujudan harapan yang dikabulkan oleh Hogyoku yang berada di dalam tubuh Rukia.

6. Kemampuan aslinya mengabulkan keinginan terdalam orang-orang di sekitarnya

Hal ini masih berhubungan dengan asal kekuatan milik Orihime dan Sado.

Menurut Aizen, alasan mengapa Sado dan Orihime bisa membangkitkan kekuatan khusus sendiri dikarenakan keduanya mengutuk diri mereka yang tak berkemampuan sehingga tak bisa membantu Ichigo selama ini.

Oleh karena itu, hasrat terdalam Sado dan Orihime pun terkabulkan oleh Hogyoku dengan membangkitkan Fullbring dalam diri mereka.

Aizen sendiri juga membuktikannya dengan memperoleh kekuatan yang mampu melampaui Shinigami dan Hollow karena hasratnya untuk menghancurkan batas kekuatan dua ras spiritual tersebut.

Sayangnya, ia justru kehilangan kekuatan dewa tersebut akibat hasrat sejatinya yang ternyata ingin menjadi Shinigami yang biasa saja.

7. Akan mengalami penurunan fungsi setiap digunakan

Hogyoku memang memiliki potensi yang luar biasa dan konon mampu membuat pemiliknya bisa menjadi entitas setingkat Soul King.

Sayangnya, benda tersebut juga memiliki batasan sendiri. Selain harus mengkonsumsi banyak jiwa sebagai nutrisinya, Hogyoku juga tak bisa sembarangan digunakan dalam berbagai keperluan.

Aizen sendiri menyadari Hogyoku sempat mengalami penurunan fungsi setelah digunakan untuk mengevolusi para Hollow menjadi Arrancar. Oleh karena itu, ia pun sempat menculik Orihime untuk dibawa ke Las Noches.

Ia sendiri melakukan hal itu demi memanfaatkan kemampuan Shun Shun Rikka yang diprediksi bisa membalikkan kondisi Hogyoku menjadi seperti semula.

Itulah fakta Hogyoku, bola arwah yang menjadi sumber segala tragedi di Soul Society.

Bagaimana pendapat kalian? Jangan lupa tulis di kolom komentar, yah!